<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HRD Corner &#187; hrd</title>
	<atom:link href="http://www.hrdcorner.com/category/hrd/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hrdcorner.com</link>
	<description>Kritis berfikir, Kuatkan motivasi dan mantap melangkah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 02:24:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>PESERTA TEST PSIKOLOGI 19/7/2010</title>
		<link>http://www.hrdcorner.com/hrd/peserta-test-psikologi-1972010/</link>
		<comments>http://www.hrdcorner.com/hrd/peserta-test-psikologi-1972010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 07:58:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download]]></category>
		<category><![CDATA[Lowker]]></category>
		<category><![CDATA[hrd]]></category>
		<category><![CDATA[Perum Jasa Tirta I]]></category>
		<category><![CDATA[PJT I]]></category>
		<category><![CDATA[Test toefl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hrdcorner.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Berikut daftar peserta yang lolos test ke tahap TOEFL PERUM JASA TIRTA I  &#8211; 
 Pada hari : Senin, 19 Juli 2010
jam 09.00 &#8211; selesai
Download &#62;&#62;&#62;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.hrdcorner.com/wp-content/uploads/2010/07/Pengumuman.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-159" title="Pengumuman" src="http://www.hrdcorner.com/wp-content/uploads/2010/07/Pengumuman.jpg" alt="" width="136" height="127" /></a>Berikut daftar peserta yang lolos test ke tahap TOEFL PERUM JASA TIRTA I  &#8211; </strong></p>
<p><strong> </strong>Pada hari : Senin, 19 Juli 2010</p>
<p>jam 09.00 &#8211; selesai</p>
<p><strong><a href=" 	 http://www.ziddu.com/download/10734549/NILAI-TEST-TPATPUS1D3-2010.pdf.html">Download &gt;&gt;&gt;</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hrdcorner.com/hrd/peserta-test-psikologi-1972010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>13 BUKAN ANGKA SIAL</title>
		<link>http://www.hrdcorner.com/umum/13-bukan-angka-sial/</link>
		<comments>http://www.hrdcorner.com/umum/13-bukan-angka-sial/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 23:36:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[all]]></category>
		<category><![CDATA[hrd]]></category>
		<category><![CDATA[Cair]]></category>
		<category><![CDATA[GAJI 13]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan bahagia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hrdcorner.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[13 BUKAN ANGKA SIAL, Sebagian  masyarakat masih ada yang mempercayai angka 13 sebagai angka sial, hal  ini tercermin di beberapa hotel ada yang tidak memberikan nomor ke 13  pada kamar yang disewakannya. Namun bagi Pegawai Negeri Sipil, Pejabat  Negara, dan Penerima Pensiunan, angka 13 bukanlah angka sial namun angka  yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.hrdcorner.com/wp-content/uploads/2010/07/gaji_ke_13.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-179" title="gaji_ke_13" src="http://www.hrdcorner.com/wp-content/uploads/2010/07/gaji_ke_13-300x204.jpg" alt="" width="300" height="204" /></a>13 BUKAN ANGKA SIAL</strong>, <span>Sebagian  masyarakat masih ada yang mempercayai angka 13 sebagai angka sial, hal  ini tercermin di beberapa hotel ada yang tidak memberikan nomor ke 13  pada kamar yang disewakannya. Namun bagi Pegawai Negeri Sipil, Pejabat  Negara, dan Penerima Pensiunan, angka 13 bukanlah angka sial namun angka  yang menyenangkan karena di angka tersebut mereka mendapatkan  penghasilan tambahan sebesar <span id="more-178"></span>penghasilan satu bulan di bulan Juni 2010.  Makna inilah yang tercermin dari adanya gaji ke 13, yakni gaji yang  dibayarkan kepada Pegawai Negeri, Pejabat Negara dan Pensiunan diluar  gaji bulanan yang diterima setiap bulan. Gaji ketiga belas ini  dibayarkan pada bulan juni 2010 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 54  Tahun 2010 tentang Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan bulan ketiga belas  dalam Tahun Anggaran 2010 kepada Pegawai Negeri, Pejabat Negara, dan  Penerima Pensiun/Tunjangan yang dijabarkan dalam Peraturan Direktur  Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-22/PB/2010 mengenai petunjuk teknis  pemberian gaji ketiga belas tersebut.</span></p>
<p>Pencairan gaji ketiga belas ini sangat bermanfaat bagi PNS, Pejabat  Negara, dan Pensiunan. Terutama bagi yang masih memiliki anak yang  sekolah atau kuliah di Bulan Juni-Juli ini saatnya banyak pengeluaran,  mulai dari registrasi ulang, beli seragam, hingga keperluan dharma  wisata sekolah.<br />
<span>Raut wajah ceria pegawai pun tidak dapat disembunyikan,  terlihat dari komentar pegawai di PERUM JASA TIRTA I, bahkan sudah banyak komentar &#8220;Kapan mas cairnya&#8230;., kapan mas&#8230;&#8221; , &#8220;kapan mas sms nya..&#8221; ungkap Yunus dan aris,macem2 lah komentar pegawai.<br />
</span></p>
<p><span>Walaupun nomornya 13 (yang kata orang bule angka  sial) tetapi bagi para pegawai negeri sungguh sangat memberikan  keuntungan, apalagi diberikan pada saat yang tepat (bulan2 pendaftaran  siswa/mahasiswa). Gaji ketiga belas ini bisa saya tabung untuk biaya  kost bulan-bulan depan. Lain lagi dengan Djafar yang berkomentar “gaji  13 itu merupakan tabungan buat anaknya untuk pegawai yang masih bujang” </span></p>
<p><span>Terimakasih pada para pimpinan atas tambahan ini, dan </span><span>Semoga bisa segera teralisasi &#8211; </span></p>
<p><span>-SH-<br />
</span></p>
<p><a href="https://docs.google.com/fileview?id=0B9fQvqBJXUcNNmE3MjBiNWUtZWM3ZC00NzhhLTgyMzQtODA5NzY4MzMyY2Mz&amp;amp;hl=en"><span>PP</span></a></p>
<p><span><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hrdcorner.com/umum/13-bukan-angka-sial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nature holistic healing = Beda Sibuk dan Produktif</title>
		<link>http://www.hrdcorner.com/hrd/nature-holistic-healing-beda-sibuk-dan-produktif/</link>
		<comments>http://www.hrdcorner.com/hrd/nature-holistic-healing-beda-sibuk-dan-produktif/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 22:12:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[all]]></category>
		<category><![CDATA[hrd]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hrdcorner.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Produktivitas telah diterima secara umum sebagai salah satu faktor yang  menentukan kesuksesan seseorang. Rumusnya, sukses berbanding lurus  dengan produktivitas. Dengan kata lain, kalau Anda ingin sukses, harus  produktif. Tapi, apa sebenarnya produktivitas itu?
Orang mengartikan produktif secara sederhana sebagai kerja keras. Dan,  itu ditandai dengan kesibukan yang tinggi. Meskipun orang yang tampak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.hrdcorner.com/wp-content/uploads/2010/06/sibuk.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-149" title="sibuk" src="http://www.hrdcorner.com/wp-content/uploads/2010/06/sibuk-300x219.png" alt="" width="300" height="219" /></a>Produktivitas telah diterima secara umum sebagai salah satu faktor yang  menentukan kesuksesan seseorang. Rumusnya, sukses berbanding lurus  dengan produktivitas. Dengan kata lain, kalau Anda ingin sukses, harus  produktif. Tapi, apa sebenarnya produktivitas itu?</p>
<p>Orang mengartikan produktif secara sederhana sebagai kerja keras. Dan,  itu ditandai dengan kesibukan yang tinggi. Meskipun orang yang tampak  sibuk tidak selalu berarti produktif, namun bagaimana pun kerja keras  hampir selalu diidentikkan dengan kesibukan yang padat.</p>
<p>Kalau HP Anda selalu berdering dan pekerjaan di meja Anda tak  habis-habis, maka orang akan dengan mudah melihat Anda sebagai orang  yang produktif. Tapi, benarkah demikian?<span id="more-146"></span></p>
<p>Motivator Reza Gunawan yang juga praktisi nature holistic healing  membedakan antara &#8220;sibuk&#8221; dan &#8220;produktif&#8221;. &#8220;Memang, seseorang yang sibuk  biasanya dianggap sebagai pekerja yang produktif. Padahal, kalau kita  jeli melihat, seseorang bisa saja sangat sibuk, namun tidak produktif,&#8221;  ujar Reza seperti terungkap dalam salah satu artikelnya di  rezagunawan.com.</p>
<p>Menurut dia, seseorang bisa dibilang produktif ketika dia mengerjakan  sesuatu yang menciptakan nilai, bisa berupa manfaat, uang, makna, dan  hasil positif lainnya. Sementara, sibuk akan selalu menghabiskan waktu,  tenaga, dan upaya, namun tidak selalu menciptakan nilai, makna, manfaat,  atau pun uang.</p>
<p>Lebih jauh Reza menyarankan, dalam bekerja, sebelum kita mencapai tahap  &#8220;produktif&#8221;, penting untuk mempelajari dahulu bagaimana cara dan sistem  bekerja yang baik, sebelum mempelajari bidang pekerjaan kita sesuai  deskripsi kerjanya. Berkaitan dengan hal itu, Reza memberikan tips  sebagai berikut:</p>
<p>1. Menangkap Ide</p>
<p>Bawalah pena dan notes ini kemana pun Anda pergi, setiap saat. Berbagai  ide cemerlang serta bermacam hal penting yang sering terlupakan,  biasanya muncul di pikiran secara tak terduga, sekilas, dan sepintas.  Dengan ini, Anda bisa menangkapnya dengan segera dan tidak harus  mengandalkan otak untuk mengingat-ingatnya kembali.</p>
<p>2. Membuat Daftar Tugas &#8211; Lengkap</p>
<p>Segera ketika tiba di rumah/kantor, pindahkan berbagai tugas dan ide  yang perlu Anda tindaklanjuti ke sebuah daftar besar, katakanlah namanya  “Daftar Tugas &#8211; Lengkap”. PERINGATAN: jangan sekali-kali bekerja  langsung berdasarkan daftar ini kalau Anda tidak ingin terjebak jadi  “Produktif Super Sibuk”.</p>
<p>3. Membuat Daftar Tugas &#8211; Harian</p>
<p>Setiap hari, tuliskan tugas terpenting hari ini. Cukup 1-3 tugas saja  yang Anda ambil dari Daftar Tugas &#8211; Lengkap. Daftar baru yang berisi 3  TT (Tugas Terpenting) ini kita sebut “Daftar Tugas &#8211; Harian”. Bagaimana  menentukan mana 1-3 Tugas Terpenting? Pilih berdasarkan mana yang paling  mempengaruhi produktivitas, kepuasan hati, dan kebahagiaan Anda secara  signifikan. Bila dalam satu hari Anda berhasil menyelesaikan 1-3 tugas  ini, tentu waktu luang sisanya bisa Anda gunakan untuk menikmati hidup,  atau melanjutkan tugas terpenting selanjutnya yang ada dalam Daftar  Tugas &#8211; Lengkap.</p>
<p>Penting vs Tidak Penting</p>
<p>&#8211; Dahulukan di Awal Hari</p>
<p>Setiap hari, dahulukan awal hari Anda untuk mengerjakan 1-3 Tugas  Terpenting yang ada di dalam Daftar Tugas &#8211; Harian Anda. Sisihkan waktu  30 menit hingga 2 jam di awal hari, untuk menyelesaikan ini terlebih  dahulu sebelum melakukan yang lain.</p>
<p>&#8211; Distraksi</p>
<p>Matikan berbagai pengalih perhatian. Salah satu tip paling produktif  bagi saya adalah: putuskan sambungan Anda ke internet bila sedang  bekerja. Hanya sambungkan diri bila memang sedang perlu memakainya.  Percayalah, godaan terlalu kuat dari bawah sadar akan menyebabkan  kebocoran efisiensi yang luar biasa. Matikan dahulu internet, e-mail,  facebook, chat, browser, dan koneksi Blackberry Anda saat mengerjakan  Daftar Tugas &#8211; Harian.</p>
<p>&#8211; Meeting</p>
<p>Sebisa mungkin, hindari rapat dan pertemuan yang tidak perlu. Begitu  banyak waktu terbuang dalam berbagai rapat yang tidak produktif. Bila  mungkin, koordinasikan pekerjaan Anda via e-mail dan telepon. Bila harus  meeting, sebelumnya agenda rapat sudah harus diterima semua pihak, dan  pastikan ada rencana tindak lanjut yang jelas bagi setiap pihak.</p>
<p>&#8211; Delegasi</p>
<p>Lihat kembali Daftar Tugas &#8211; Lengkap Anda, dan delegasikan berbagai hal  yang bisa dipercayai kepada orang lain agar Anda lebih mampu mengelola  waktu dan energi Anda.</p>
<p>&#8211; Otomatisasi</p>
<p>Gunakan voicemail, website, blog untuk menampilkan informasi yang  cenderung berulang dalam profesi Anda. Sebagai contoh, saya tidak pernah  lagi memberikan penjelasan tentang terapi Penyembuhan Holistik serta  bagaimana caranya membuat janji terapi, karena semua informasi serta  prosedur pendaftaran pasien/klien sudah lengkap tersedia di website.  Mudah, kan? Coba pikirkan ide yang serupa dalam profesi Anda  masing-masing. (sumber: www.rezagunawan.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hrdcorner.com/hrd/nature-holistic-healing-beda-sibuk-dan-produktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Investasi Hari Tua</title>
		<link>http://www.hrdcorner.com/hrd/mengenal-investasi-hari-tua/</link>
		<comments>http://www.hrdcorner.com/hrd/mengenal-investasi-hari-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 00:11:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[all]]></category>
		<category><![CDATA[hrd]]></category>
		<category><![CDATA[hari tua]]></category>
		<category><![CDATA[jamsostek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hrdcorner.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Basic welfare adalah kesejahteraan pada tingkat yang paling dasar, yakni terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan, papan, terjaminnya hari tua, dan terjaminnya kesehatan. Sebuah negara bisa dianggap berhasil menyejahterakan masyarakatnya seandainya kelima hal tersebut terpenuhi. Dalam realitasnya, apa yang terjadi?
Mungkin dalam level tertentu,  semua masyarakat Indonesia saat ini sudah mampu memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://www.hrdcorner.com/wp-content/uploads/2010/06/jamsos.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-116" title="jamsos" src="http://www.hrdcorner.com/wp-content/uploads/2010/06/jamsos.jpg" alt="" width="310" height="240" /></a>Basic welfare</em> adalah kesejahteraan pada tingkat yang paling dasar, yakni terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan, papan, terjaminnya hari tua, dan terjaminnya kesehatan. Sebuah negara bisa dianggap berhasil menyejahterakan masyarakatnya seandainya kelima hal tersebut terpenuhi. Dalam realitasnya, apa yang terjadi?<span id="more-115"></span></p>
<p>Mungkin dalam level tertentu,  semua masyarakat Indonesia saat ini sudah mampu memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan. Namun, untuk papan, benar, belum semua rakyat memilikinya. Bahkan, ada yang menyewa pun tidak mampu sehingga masih ada yang terpaksa menghuni gubuk liar.</p>
<p>Bagaimana dengan  jaminan hari tua? Ini masih menjadi isu besar. Karena di kalangan kelas menengah pun, tidak sedikit orang-orang yang pada masa mudanya berkecukupan, tetapi setelah di usia tua hidup menderita karena tidak memiliki harta dan penghasilan. Demikian juga dengan kesehatan. Masih sangat banyak kalangan yang tidak mampu berobat ke rumah sakit dan masih sangat banyak yang tidak sanggup memelihara kesehatan sehingga terserang berbagai penyakit.</p>
<p>Kebebasan finansial mesti  dimulai dengan pencapaian tingkat kesejahteraan paling mendasar, yakni kelima hal di atas. Oleh karena itu, ada baiknya dibahas, bagaimana caranya hal tersebut bisa diraih masyarakat, khususnya mengenai jaminan keuangan pada hari tua dan terjaminnya kesehatan.</p>
<p><strong>Jaminan sosial</strong><br />
Bagi para karyawan, sebenarnya sudah ada program jaminan sosial tenaga kerja, yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja, yang salah satunya dikenal dengan sebutan Jamsostek. Dalam realitas, belum semua tenaga kerja menjadi peserta Jamsostek. Masih ada persepsi bahwa menjadi peserta Jamsostek hanya menambah biaya. Secara filosofis, pandangan seperti itu keliru.</p>
<p>Sebagaimana dipaparkan  di atas, salah satu <em>basic welfare</em> adalah terpenuhinya jaminan hari tua atau dalam istilah Jamsostek disebut sebagai JHT. Hal ini sebenarnya merupakan bagian dari perencanaan keuangan. Seseorang yang mulai bekerja, misalnya, selain mencari penghasilan untuk membiayai kebutuhan sehari hari, tentu harus melakukan investasi dan menabung untuk hari tua. Tujuannya agar pada hari tua, orang tidak menderita.</p>
<p>Program JHT yang dikelola  Jamsostek sebenarnya memiliki landasan berpikir seperti itu, yakni membantu agar para pekerja tidak menderita pada hari tua. Oleh karena itu, setiap bulan sebagian penghasilan dari pekerja disisihkan untuk membayar iuran JHT, di mana setelah pekerja memasuki usia pensiun, seluruh iuran JHT tersebut berikut imbal hasilnya diserahkan kembali kepada si pekerja. Dengan kata lain, peran Jamsostek adalah mengelola dana para pekerja dan mengadministrasikannya sekaligus memberikan perlindungan bagi pekerja.</p>
<p>Banyak kalangan belum memahami hal tersebut karena berbagai alasan. Iuran Jamsostek, misalnya, tidak sepenuhnya menjadi beban pekerja. Saat ini, berdasarkan ketentuan, iuran JHT Jamsostek adalah sebesar 5,7 persen dari penghasilan si pekerja. Namun, yang menjadi beban pekerja hanya 2 persen, sedangkan 3,7 persen lagi menjadi tanggung jawab perusahaan pemberi kerja.</p>
<p>Bagi sementara orang, angka 2 persen itu bisa dianggap beban. Demikian juga dengan perusahaan pemberi kerja. Kewajiban yang 3,7 persen dianggap menambah biaya perusahaan. Sekali lagi, pandangan seperti ini bukan saja menyesatkan, tetapi juga bisa disebut sebagai <em>missresponsibility</em>, alias tidak bertanggung  jawab</p>
<p><strong>Dana titipan</strong><br />
Iuran yang 2 persen dari  pekerja sebenarnya merupakan dana titipan yang akan mereka nikmati pada masa tua. Jadi, persis seperti menabung. Bagi perusahaan, kendati membayar 3,7 persen, tentunya menjadi hal lumrah karena sudah sewajarnya perusahaan memberikan kesejahteraan bagi pekerjanya. Malah di sisi lain, jika kesejahteraan termasuk hari tua si pekerja sudah terjamin, tentunya diharapkan si pekerja bisa melakukan pekerjaan dengan lebih produktif.</p>
<p>Kalau iuran itu dititipkan ke Jamsostek untuk  dikelola, apakah hasilnya akan baik? Dari data data yang dikomunikasikan melalui surat kabar, kita melihat bahwa setiap tahun Jamsostek memberikan imbal hasil yang secara persentase malah jauh di atas tingkat bunga tabungan maupun deposito. Jadi, melalui lembaga semacam Jamsostek, iuran tersebut bisa mendapatkan imbal hasil lebih besar ketimbang si pekerja menabung sendiri di bank.</p>
<p>Jelas, sebenarnya untuk memperoleh jaminan keuangan pada hari tua, pekerja bisa menjadi peserta Jamsostek. Lebih dari itu, seorang pekerja yang menjadi peserta Jamsostek sejatinya juga mendapatkan perlindungan kesehatan. Jika sakit, mereka bisa mendatangi rumah sakit rujukan dan memperoleh pelayanan kesehatan. Selain itu, juga mendapatkan perlindungan kecelakaan kerja. Artinya, ketika sedang bekerja mengalami kecelakaan, maka akan mendapatkan santunan. Bahkan, juga mendapatkan jaminan kematian, semacam asuransi jiwa. Jika pekerja meninggal baik karena sakit maupun kecelakaan, ahli waris akan memperoleh santunan.</p>
<p>Ringkasnya, pencapaian kesejahteraan dasar,  seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, dan jaminan hari tua, sesungguhnya tidak selalu mesti dikelola sendiri. Menjadi peserta Jamsostek, berdasarkan undang undang, mesti diikuti semua pekerja di negara ini.</p>
<p>Belakangan, malah terdengar bahwa setiap peserta Jamsostek yang memenuhi persyaratan bisa memperoleh bantuan uang muka perumahan. Jadi, kalau peserta Jamsostek hendak mengambil KPR dari bank, uang muka bisa dipinjam dari Jamsostek dengan bunga yang amat rendah. Artinya, kebutuhan akan papan juga bisa terpenuhi.</p>
<p>(Elvyn G Masassya, praktisi keuangan)</p>
<p>Sumber : Kompas.com  , 31 Mei  2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hrdcorner.com/hrd/mengenal-investasi-hari-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PESERTA TEST TPU dan TPA Perum Jasa Tirta I -17/5/2010</title>
		<link>http://www.hrdcorner.com/hrd/peserta-test-tpu-dan-tpa-perum-jasa-tirta-i-1752010/</link>
		<comments>http://www.hrdcorner.com/hrd/peserta-test-tpu-dan-tpa-perum-jasa-tirta-i-1752010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 10:33:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lowker]]></category>
		<category><![CDATA[all]]></category>
		<category><![CDATA[hrd]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Tirta I]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Lowongan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hrdcorner.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Daftar peserta test TPU dan TPA PERUM JASA TIRTA I &#8211; 17/5/2010
D3 sipil
D3 Mesin ,
S1 Sipil
LOKASI di gedung GRAHATIRTA (lihat peta)

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Daftar peserta test TPU dan TPA PERUM JASA TIRTA I &#8211; 17/5/2010</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/9854434/D3SipiL.pdf">D3 sipil</a></p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/9815413/D3Mesin.pdf.html">D3 Mesin</a> ,</p>
<p><a href=" 	 http://www.ziddu.com/download/9815412/S1Sipil.pdf.html">S1 Sipil</a></p>
<p>LOKASI di gedung GRAHATIRTA (<a href="http://www.ziddu.com/download/9539522/PETA-LOKASI.pdf.html">lihat peta</a>)<a href="http://www.ziddu.com/download/9521333/d3Mesin.pdf.html"><br />
</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hrdcorner.com/hrd/peserta-test-tpu-dan-tpa-perum-jasa-tirta-i-1752010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
