MARAH

Posted by rohadi on Aug 3rd, 2009 and filed under HRD, Tips, motivasi, umum. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

marah2 Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya; “Mengapa
ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan
suara kuat atau berteriak?”

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan
menjawab;”Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena
itu ia lalu berteriak.”
“Tapi…” sang guru balik bertanya, “lawan bicaranya justru berada
disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara
secara halus?”

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut
pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan. Sang
guru lalu berkata; “Ketika dua orang sedang berada dalam situasi
kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau
secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang
demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka
berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya
jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi.
Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.”

Sang guru masih melanjutkan; “Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua
orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun
ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu
halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan
begitu jelas. Mengapa demikian?” Sang guru bertanya sambil
memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun
tak satupun berani memberikan jawaban. “Karena hati mereka begitu
dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak
perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat
mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”

Sang guru masih melanjutkan;
“Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan
jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang
mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak
mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena
waktu akan membantu anda.”

Leave a Reply