<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HRD Corner &#187; ramadhan</title>
	<atom:link href="http://www.hrdcorner.com/tag/ramadhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hrdcorner.com</link>
	<description>Kritis berfikir, Kuatkan motivasi dan mantap melangkah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Oct 2011 08:17:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Satu Masjid, Dua Jamaah</title>
		<link>http://www.hrdcorner.com/perlu-kita-tahu/satu-masjid-dua-jamaah/</link>
		<comments>http://www.hrdcorner.com/perlu-kita-tahu/satu-masjid-dua-jamaah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 04:57:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[lentera hati]]></category>
		<category><![CDATA[perlu kita tahu]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hrdcorner.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[

Satu Masjid, Dua Jamaah
By Nurlis Effendi


Berbeda pandangan boleh  saja, kerukunan adalah yang utama. Semangat seperti ini tercermin di  Masjid Agung Surakarta, Solo, Jawa Tengah. &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img class="alignleft" src="http://l.yimg.com/a/i/sea/id/ramadan/250surakarta-square.jpg" alt="" width="250" height="250" /></div>
<div>
<h4><a href="http://id.promotion.yahoo.com/ramadan/article?blogid=ramadan&amp;postid=24&amp;viewPost=1" target="_self">Satu Masjid, Dua Jamaah</a></h4>
<h5>By Nurlis Effendi</h5>
</div>
<div>
<p>Berbeda pandangan boleh  saja, kerukunan adalah yang utama. Semangat seperti ini tercermin di  Masjid Agung Surakarta, Solo, Jawa Tengah. Masjid yang berdiri bersamaan  dengan Keraton Kasunanan Surakarta ini sangat menjunjung tinggi nilai  pluralisme. Bisa dilihat dalam pelaksanaan shalat tarawih.</p>
<p>Dibawah  atap masjid itu terdapat dua jamaah, masing-masing menjalankan shalat  tarawih 11 rakaat dan 23 rakaat. Alhasil di dalam masjid itu ada dua  imam untuk dua jamaah ini.</p>
<p>Keunikan ini bisa dilihat di setiap  jamaah menunaikan salat tarawih di bulan ramadan. Sebetulnya saat salat  isya, jamaah masih bersatu shalat di ruang utama masjid dipimpin oleh  seorang imam. Mereka berbaris rapi di dalam shaf. Ada yang menggunakan  celana panjang, dan ada pula yang sarungan. Di barisan paling belakang  jamaah perempuan.</p>
<p>Usai salat empat rakaat, sebagian jamaah  melaksanakan salat sunat ba’diyah isya. Namun, ada juga serombongan  jamaah yang bersarung bergegas meninggalkan ruang utama masjid, mereka  pindah ke sebelah utara ruang utama.</p>
<p>Setelah jumlah jamaah  terlihat cukup, maka pintu penghubung antara ruang utama masjid,  peninggalan Pakubuwono IV, ini dengan ruang sebelah pun ditutup rapat.  Samar-samar terdengar suara imam yang hendak memulai shalat tarawihnya.  Jamaah 23 rakaat lebih dulu melakukan shalat tarawih.</p>
<p>Pemandangan  berbeda terlihat di ruang utama masjid. Para jamaahnya sedang khusyuk  mendengarkan tausiyah dari ustadz. Sebab, sebelum menunaikan salat  tarawih terlebih dahulu diisi kultum. Setelah sekitar tujuh menit hingga  sepuluh menit, tausiyah selesai. Dan selanjutnya dilakukan shalat  tarawih.</p>
<p>“Mereka melaksanakan shalat isya secara berjamaah dengan  satu imam. Namun, ketika shalat isya selesai, para jamaah mulai  memisahkan diri untuk melaksanakan shalat tarawih dengan imam dan  jamaahnya masing-masing,&#8221; kata Ketua II Takmir Masjid Agung Surakarta  Slamet Aby.</p>
<p>Untuk saling menghormati dan tidak mengganggu shalat  tarawih masing-masing jamaah, pihak takmir masjid mengatur besar  kecilnya suara pengeras kedua imam tersebut. Ini dilakukan agar suara  pengeras suara itu tidak saling mengganggu antara yang jamaah satu  dengan yang lainnya.</p>
<p>Sejak awal berdirinya masjid ini, setiap  shalat tarawih pada bulan Ramadhan jumlah rakaatnya mencapai 23 rakaat.  Namun, sekitar 1980-an, kebijakan memisahkan ruangan itu pun muncul.  Sebab, setiap kali shalat tarawih pada hitungan 8 rakaat, sejumlah  jamaah meninggalkan masjid dan melanjutkan dengan shalat witir di rumah.</p>
<p>Lantas,  atas dasar pemikiran KH Muthohar Al Hafidz yang merupakan pengasuh  Pondok Pesantren Ta’fid Wattaqlimil Qur’an yang satu komplek dengan  Masjid Agung, pada 1983, jamaah shalat tarawih pun mulai dipisahkan  antara yang 11 rakaat dengan 23 rakaat.</p>
<p>Selanjutnya yang 11  rakaat menempati ruang utama masjid karena jumlah jamaahnya lebih  banyak. Sedangkan yang jamaah shalat tarawih 23 rakaat menempati ruangan  sebelah utara masjid yang dari segi ukuran ruangan lebih kecil</p>
<p>Pada  saat musyarawarah untuk memisahkan ruangan ini, Aby mengungkapkan,  tidak muncul pertentangan ataupun percekcokan dari salah satu kubu  jamaah. Karena mereka semua menyadari bahwa dalam bulan suci Ramadan  harus menjunjung persaudaraan dan kerukunan.</p>
<p><img src="http://l.yimg.com/a/i/sea/id/ramadan/480surakarta.jpg" alt="" /></p>
<p>“Kondisi  seperti ini malah menunjukkan kalau di masjid ini ada semacam  kemajemukan yang menjunjung ukhuwah Islamiyah di kalangan umat muslim.  Jadi, bagi kami tidak masalah, yang penting rukun,&#8221; kata Aby.</p>
<p>Dan  kerukunan ini kembali terlihat pada saat melaksanakan tadarus Alquran  selepas salat tarawih. Semua jamaah dari ‘kedua aliran’ kembali  berkumpul menjadi satu di serambi masjid. Rasa persaudaraan terlihat  ketika para jamaah 11 rakaat menunggu dengan sabar rampungnya shalat  tarawih di ruang seberang sebelum memulai tadarus.</p>
<p>Perbedaan ini  juga tidak menjadi masalah bagi para imam di Masjid Agung yang telah  berdiri sejak 1745 M ini. Seperti diakui salah satu imam, Muhtarom,  perbedaan jumlah rakaat dalam melaksanakan shalat tarawih ini sudah  terjadi sejak zaman sahabat Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Bahkan, ia  beranggapan jika perbedaan jumlah rakaat shalat tarawih yang ada di  Masjid Agung ini merupakan sebuah rahmat Allah yang patut disyukuri.  Sebab, dari sinilah tercipta semangat pluralisme yang cukup indah.</p>
<p>“Meskipun  saya sering menjadi imam salat tarawih 23 rakaat. Tapi, pekan depan  saya juga mendapat jatah menjadi imam salat tarawih 11 rakaat. Saya sih  tak masalah. Ini kan cuma masalah teknis salat sunat saja. Kalau yang  berbeda itu jumlah rakaat pada shalat fardhu, itu jelas tak bisa  diterima.&#8221;</p>
<p>Foto-foto: Fajar Sodiq</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hrdcorner.com/perlu-kita-tahu/satu-masjid-dua-jamaah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puasa</title>
		<link>http://www.hrdcorner.com/all/puasa/</link>
		<comments>http://www.hrdcorner.com/all/puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 14:57:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[all]]></category>
		<category><![CDATA[PUASA]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hrdcorner.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[P U A S A
@SB

Diriwayatkan dari Sahl r.a. : Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda,” ada sebuah gerbang surga yang disebut Al-Rayyan, dan orang-orang yang berpuasa &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>P U A S A</strong></p>
<p><strong>@SB<br />
</strong></p>
<p><a href="http://www.hrdcorner.com/wp-content/uploads/2010/08/romadhon.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-207" title="romadhon" src="http://www.hrdcorner.com/wp-content/uploads/2010/08/romadhon-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Diriwayatkan dari Sahl r.a. : Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda,” ada sebuah gerbang surga yang disebut Al-Rayyan, dan orang-orang yang berpuasa kelak pada hari kiamat akan masuk ke dalam surga melalui gerbang itu. Ia (Al-Rayyan) akan berseru,’mana orang-orang yang berpuasa?’, mereka (orang-orang yang berpuasa) pun bangkit dan semuanya masuk (ke dalam surga) melalui gerbang itu. Setelah mereka semua masuk, gerbang itu akan tertutup dan tidak seorang pun yang melaluinya lagi.”</p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda,”apabila seseorang (yang sedang berpuasa) makan atau minum karena lupa, maka ia harus melengkapkan (meneruskan) puasanya karena yang telah dimakan atau diminumnya itu adalah pemberian Allah”</p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Rasulullah SAW pernah bersabda,” Puasa adalah perisai (dari api neraka). Maka orang yang berpuasa janganlah berhubungan badan dengan istrinya atau berbuat jahil, dan apabila seseorang memaki atau mengajak berkelahi, katakan kepadanya,’aku sedang berpuasa’. Nabi Muhammad Saw. menambahkan,”demi Dia yang menggenggam jiwaku, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada wangi misk. (dan inilah perkataan Allah terhadap orang yang sedang berpuasa), ‘ia tidak makan dan minum dan meninggalkan nafsunya karena Aku. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku lah yang akan membalasnya, dan setiap kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipatnya’.”</p>
<p>Diriwayatkan dari (Abu Hurairah r.a.) : Rasulullah SAW pernah bersabda, “ ketika Ramadhan tiba, semua gerbang surga dibuka, semua pintu neraka ditutup, semua setan dibelenggu”</p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda,” siapa pun yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan jahat (pada bulan Ramadhan) Allah tidak membutuhkan puasanya”<br />
“semua ibadah anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa, (yang dilakukan) untuk Ku, dan Aku akan memberikan pahala untuknya”.<br />
Ada dua kegembiraan untuk orang yang berpuasa ; pertama pada saat berbuka (ifthar) puasa, dan kedua pada saat bertemu dengan Tuhannya, pada saat itulah ia akan menemukan kegembiraan karena puasanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hrdcorner.com/all/puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

